CD Cerdas untuk Persiapan Ujian Nasional

“C-Das” CD Cerdas untuk Persiapan Ujian Nasional Tingkat SMP

LATAR BELAKANG MASALAH
Kontroversi dalam penetapan Ujian Nasional (UN) sebagai salah satu indikator utama kelulusan siswa, baik di tingkat SD, SMP, maupun SMA, terus menimbulkan polemik yang berkepanjangan. Pada Pasal 72 (1) PP No. 19/2005 disebutkan bahwa peserta didik dinyatakan lulus dari satuan pendidikan pada pendidikan dasar dan menengah setelah: a. Menyelesaikan seluruh program pembelajaran; b. Memperoleh nilai minimal baik pada penilaian akhir untuk seluruh mata pelajaran kelompok mata pelajaran agama dan akhlak mulia, kelompok mata pelajaran kewarganegaraan dan kepribadian, kelompok mata pelajaran estetika, dan kelompok mata pelajaran jasmani, olah raga, dan kesehatan; c. Lulus ujian sekolah/madrasah untuk kelompok mata pelajaran ilmu pengetahuan dan teknologi; dan d. Lulus ujian nasional. Namun yang terjadi di lapangan adalah tidak berimbangnya kontribusi untuk kelulusan siswa antara UN dengan indikator-indikator lainnya, karena poin a, b, dan c terkesan sebagai formalitas dan dapat disiasati oleh pihak sekolah. Akibatnya, UN seakan-akan muncul sebagai indikator tunggal yang menentukan lulus-tidaknya setiap siswa.
Kesan UN sebagai momok yang menakutkan bagi setiap siswa dikarenakan UN tidak hanya sangat menentukan kelulusan setiap siswa, tetapi juga standar kelulusan yang dipasang oleh pemerintah terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun. Dalam empat tahun berturut-turut, pemerintah menaikkan standar kelulusan tersebut dari 4,01 pada tahun 2005 menjadi 4,51 pada tahun 2006, lalu menjadi 5,01, dan kini pada 2008 naik menjadi 5,25. Tidak berhenti sampai disitu, jumlah mata pelajaran (mapel) yang diujikan dalam UN juga bertambah. Untuk tingkat SMP misalnya, mapel yang telah ada ditambah dengan mapel IPA sehingga menjadi 4 mapel.
Lalu bagaimana dampak dari berbagai peningkatan standar kelulusan tersebut? Berdasarkan data dari Badan Standar Pendidikan Nasional, tingkat kelulusan UN tingkat SMP/MTs/SMP Terbuka menurun 0,59 persen dari tahun 2007 menjadi 92,75 persen. Adapun pencapaian rata-rata skor atau nilai prestasi belajar siswa SMP sederajat menurun menjadi 6,87 dari sebelumnya 6,98 (http://penapendidikan.com). Bahkan bila mengacu pada hasil UN SMP/MTs/SMP Terbuka Malang Raya tahun 2008 sebagai sampel, maka untuk Kota Malang, dari total peserta 11.642 siswa, ada 1.256 siswa yang tidak lulus. Di Kabupaten Malang, total 21.426 siswa, yang tidak lulus 1.798. Sementara di Kota Batu, ada 152 dari 2161 siswa yang tidak lulus.
Hal ini mau tidak mau memberi tekanan yang luar biasa bagi setiap siswa yang memasuki tahun terakhirnya. Bagaimanapun juga, persiapan yang diberikan oleh pihak sekolah dalam menghadapi UN dirasa tidak cukup bagi siswa itu sendiri, sehingga banyak yang terpaksa mengambil bimbingan belajar di luar sekolah, padahal itu jelas membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Akibatnya waktu siswa seharian harus dihabiskan di luar rumah, dengan hasil yang tidak optimal disebabkan interaksi secara terus-menerus yang menimbulkan kejenuhan tanpa adanya variasi model latihan. Selain itu muncul kejenuhan di kalangan siswa karena setiap hari harus berkutat dengan soal-soal latihan, sehingga tentu akan memberikan perkembangan yang cenderung negatif.
Banyak faktor memang yang menyebabkan ketidaklulusan ujian nasional. Diantara faktor-faktor yang ada sebenarnya faktor kemauan untuk terus berlatih menghadapi ujian nasionallah yang terpenting. Sekolah yang mengambil peran yang sangat penting pada masalah ini tidak bisa secara mutlak membimbing peserta didiknya untuk terus belajar. Maka kerjasama dari pihak keluarga sangat besar juga pengaruhnya. Peran orang tua pun tidak cukup optimal. Banyak juga dari sebagian mereka yang sibuk atas urusan kantor, pekerjaan, karier, dan sebagainya. Les privat terkadang juga membuat mereka peserta didik merasa bosan. Hal ini timbul karena faktor pengajar maupun sistem belajarnya yang kurang bervariasi.
Sistem belajar menggunakan variasi seperti menggunakan sarana multimedia sangat mempengaruhi semangat untuk terus belajar. Sarana ini dapat dibuat melalui program macromedia flash dan diperbanyak melalui CD. Banyak kelebihan-kelebihan yang ditawarkan pada sistem ini, sehingga dipandang memiliki layak untuk dikembangkan lebih lanjut.
Sistem pembelajaran elektronik atau e-pembelajaran (Inggris: electronic learning disingkat e-learning) adalah cara yang cukup baru dalam proses belajar mengajar. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Dengan e-learning, peserta ajar (learner atau murid) tidak perlu duduk dengan manis di ruang kelas untuk menyimak setiap ucapan dari seorang guru secara langsung. E-learning juga dapat mempersingkat jadwal target waktu pembelajaran, dan tentu saja menghemat biaya yang harus dikeluarkan oleh sebuah program studi atau program pendidikan (http://zamrudline.blogspot.com).
Menurut Kepala Dinas Pendidikan Dasar DKI Sylviana Murni, sistem ini merupakan sistem pembelajaran yang sangat membanggakan dan memuaskan, karena siswa tidak lagi merasa takut terhadap pelajaran-pelajaran sulit seperti matematika dan fisika. Malah justru menjadi lebih terkesan dan tertarik dalam mempelajarinya. Selain itu, metode pembelajaran ini dapat juga digunakan secara individu, yang berarti para peserta didik dapat belajar secara otodidak alias tidak tergantung dengan keberadaan pendampingnya. Dengan kemampuan menampilkan latihan soal yang ada secara atraktif, penggunaan media ini akan membantu mengurangi tingkat kejenuhan siswa, sehingga lebih mudah dipahami.
Oleh karena itu, kebutuhan terhadap media pembelajaran yang dapat memberikan hasil optimal dalam UN sangat tinggi. Apalagi bila melihat hasil positif yang diberikan dalam pembelajaran menggunakan program macromedia flash. Sementara itu, penjualan soal-soal prediksi UN yang menggunakan sistem pembelajaran elektronik tersebut masih belum populer di tengah-tengah masyarakat. Yang kini masih secara umum beredar adalah sebatas prediksi soal-soal ujian nasional yang masih dikemas dalam buku yang tebal, sehingga seringkali mengurangi semangat untuk berlatih. Berdasarkan masalah di atas maka prospek usaha pembuatan CD prediksi soal-soal ujian nasional yang menggunakan program macromedia flash sangat besar.
Merunut pada data yang dilansir oleh kantor berita ANTARA, jumlah peserta UN untuk tingkat SMP/MTs/SMP Terbuka pada 2008 adalah sebanyak 3.567.472 siswa. Dengan estimasi logis bahwa jumlah peserta UN akan mengalami kenaikan dari tahun ke tahun, dapat dibayangkan betapa besar pangsa pasar dari pembuatan CD pembelajaran multimedia untuk UN ini.
Bila dilakukan oleh mahasiswa, maka dapat dikatakan usaha ini sangat sesuai dengan latar belakang mahasiswa sebagai bagian dari civitas akademika. Apalagi masa-masa kuliah merupakan saat yang tepat untuk memulai usaha. Banyak hal yang dapat dimanfaatkan menjadi peluang bisnis di lingkungan kampus. Di setiap wilayah kampus yang berdiri selalu ada usaha foto kopi, tempat kos, kantin, dan sebagainya. Itu hanya bisa dilakukan oleh mereka yang bisa membaca peluang.
Di masa sekarang, mahasiswa seharusnya tidak hanya memikirkan kuliah saja. Banyak aktivitas-aktivitas non akademik sebagai praktik dari perkuliahan yang telah diikuti mampu menghasilkan output yang positif baik dari segi pemahaman teori maupun dari segi finansial yang menjanjikan. Kreativitas mahasiswa yang unik dapat menciptakan suatu lapangan pekerjaan dengan penghasilan besar. Salah satu kreatifitas mahasiswa tersebut antara lain membuat sesuatu yang tidak bernilai jual tinggi menjadi produk yang bernilai jual. Tidak hanya itu, usaha ini dapat dinilai memberikan sumbangsih bagi perkembangan pendidikan di Indonesia.

PERUMUSAN MASALAH
Dari latar belakang yang telah diuraikan di atas, maka pengusul dapat merumuskan beberapa masalah, antara lain: adanya inovasi pada soal-soal prediksi ujian nasional dalam penyajiannya, yakni dengan menciptakan produk pembelajaran C-Das (baca: si-das) yang berbasis e-learning. Selain itu perlu dirumuskan bentuk usaha yang akan dirancang, teknik pelaksanaan usaha yang akan dijalankan, perhitungan hasil usaha dan monevnya, serta cara pengembangan usaha sehingga produk ini layak untuk dikembangkan lebih baik lagi.

TUJUAN PROGRAM
Dengan adanya Program Kreatifitas Mahasiswa Kewirausahaan ini diharapkan dapat menghasilkan produk C-Das sebagai contoh produk yang diperuntukkan bagi siswa-siswi tingkat SMP/MTs/SMP Terbuka dalam rangka mempersiapkan diri untuk menghadapi UN. Dari kegiatan ini akan diketahui bahwa usaha ini mampu bersaing dengan alat pembelajaran lainnya serta mampu mengentaskan keterpurukan pendidikan Indonesia, sehingga dapat mendongkrak secara nyata nilai rata-rata kelulusan siswa tingkat SMP/MTs/SMP Terbuka. Selain itu dari kegiatan PKMK ini dapat menjadi suatu sarana dalam rangka meningkatkan dan memfasilitasi jiwa enterpreneur dari mahasiswa UMM.

LUARAN YANG DIHARAPKAN
Program ini diharapkan dapat mengembangkan usaha C-Das di Malang Raya khususnya dan di seluruh Indonesia umumnya. Terciptanya wahana wirausaha dan keterampilan bagi mahasiswa UMM untuk menghasilkan produk yang berbasis teknologi informasi dengan metode macromedia flash. Dapat menjadi sebuah alternatif lapangan pekerjaan baru bagi mahasiswa dan masyarakat sehingga mengurangi jumlah pengangguran masyarakat dan mengurangi ketergantungan mahasiswa kepada orang tuanya.

KEGUNAAN PROGRAM
Aspek Ekonomi
Para siswa SMP/MTs/SMP Terbuka kelas XII yang akan menghadapi UN dapat terbantu dengan adanya usaha C-Das ini. Harapannya, C-Das ini akan membantu para siswa untuk mendapatkan bimbingan belajar di luar sekolah, tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk les tambahan di bimbingan belajar, misalnya. Dan keuntungan yang diperoleh mahasiswa selaku pelaksana yakni memperoleh penghasilan tambahan melalui jalan yang halal.
Aspek Akademik
Program ini akan memberikan keuntungan akademik, baik kepada konsumen maupun produsen. Para siswa selaku konsumen bisa dengan mudah mempelajari dan mencari prediksi soal-soal UN dengan tampilan yang menarik, asyik, dan mudah untuk dipahami. Selain itu produk ini dilengkapi dengan pembahasan soal-soal yang lengkap dan tidak mudah menimbulkan kejenuhan bagi siswa yang mempelajarinya. Melalui berbagai keuntungan ini diharapkan para siswa akan mampu menjalani persiapan yang terbaik dan memperoleh hasil UN yang terbaik pula.
Adapun keuntungan yang akan diperoleh mahasiswa UMM sebagai produsen antara lain: Memberikan kesempatan kepada mahasiswa UMM untuk mengaplikasikan kegiatan kuliah untuk diangkat ke dalam kegiatan kewirausahaan, menerapkan mata kuliah dari FKIP bidang studi kewirausahaan, dan mengembangkan sistem pembelajaran multimedia.
Aspek Ketenagakerjaan
Kecenderungan siswa-siswi SMP/MTs/SMP Terbuka yang menyukai sistem pembelajaran berbasis teknologi informasi semakin nyata, karena mereka harus selalu belajar untuk menghadapi ujian nasional. Keberhasilan di UN tingkat SMP akan membantu mereka menggapai cita-cita yang telah diimpikan.
Kondisi ini bisa dimanfaatkan dengan mengembangkan usaha melalui penambahan alat dan tenaga kerja bahkan membuka cabang perusahaan. Selain itu usaha ini dapat menjadi wadah atau sarana bagi pengembangan jiwa kewirausahaan kepada mahasiswa.

GAMBARAN UMUM RENCANA USAHA
Menciptakan sebuah produk yang berkaitan dengan sebuah momen penting dan sangat menentukan jalan hidup seseorang tentu membuat produk tersebut menjadi suatu kebutuhan yang harus dibeli. Mengingat UN sangat penting bagi kelulusan dan oleh karenanya persiapan untuk menghadapi UN tersebut menjadi tak kurang penting, maka produk seperti C-Das ini akan dicari-cari, sehingga layak untuk dikembangkan lebih lanjut.
Selain itu, pangsa pasar untuk produk ini terus meningkat seiring dengan meningkatnya jumlah siswa, sehingga dengan kinerja yang baik maka dijamin tidak akan kekurangan pelanggan/konsumen untuk pemasaran produk ini. Produk ini juga menjanjikan keuntungan yang lumayan karena biaya produksi diluar alat utama seperti komputer tidaklah terlalu mahal. Bila dikelola secara berkelanjutan maka produsen tidak hanya akan balik modal, tetapi juga memperoleh profit.
Contoh perhitungan profit untuk PKMK C-Das:
* biaya 1 keping CD  Rp 3.000,00
* biaya 1 kertas label CD  Rp 500,00
* biaya 1 tempat CD  Rp 2.000,00
* biaya tinta per-CD  Rp 500,00 +
Total biaya  Rp 6.000,00
Dengan estimasi penjualan perkeping minimal Rp 10.000,00, maka akan diperoleh keuntungan rata-rata Rp 4.000,00 perkeping C-Das.
(perhitungan ini dapat berlaku jika usaha ini telah berjalan dengan mapan. Dengan kata lain faktor-faktor produksi utama semisal komputer, dan lain sebagainya, telah dimiliki dan tidak diikutsertakan dalam penghitungan modal)

METODE PELAKSANAAN PROGRAM
Untuk melaksanakan kegiatan ini maka perlu metode yang tepat dan sistematis agar dicapai hasil yang maksimal. Adapun metode yang kami formulasikan adalah sebagai berikut :
• Pengumuman ditempel di mading setiap jurusan yang ada di kampus UMM dengan sasaran para mahasiswa yang berminat ikut serta dibidang kewirausahaan produksi C-Das.
• Rekruitmen dilakukan oleh tim pengusul dengan kriteria seberapa besar minat mereka dan motivasi untuk berjiwa wirausaha karena itu sebagai kunci utama berkembangnya usaha produksi.
• Pelatihan awal diberikan untuk memberikan gambaran bagaimana usaha untuk mengembangkan C-Das.
• Pemasaran: Sasaran pasar adalah masyarakat (orang tua siswa) dan siswa SMP/MTs/SMP Terbuka. Namun, sasaran awal adalah para siswa tingkat SMP yang berada di wilayah Kota Malang.
• Promosi bertujuan untuk memperkenalkan produk yang baru kepada masyarakat sehingga masyarakat tersebut mengetahui segala tentang produk yang ditawarkan.
• Evaluasi akan segera dilakukan setelah pemasaran awal di beberapa SMP/MTs/SMP Terbuka yang ada di wilayah Kota Malang. Langkah itu akan dilakukan sebagai modal awal untuk melakukan membuat pedoman pemasaran yang strategis dan profesional di masyarakat.
• Pengembangan usaha lebih lanjut dapat dilaksanakan melalui beberapa strategi seperti yang telah tertulis pada gambaran umum usaha produk ini.

• Menu yang tersedia pada setiap C-Das:
C-Das sebagai alat pembelajaran untuk persiapan menghadapi UN akan berisi hal-hal sebagai berikut:
1. Soal-soal UN tingkat SMP tiga tahun terakhir (2008, 2007, 2006) berikut pembahasannya
2. Tampilan yang menarik dengan ditambahi berbagai animasi karena didukung program macromedia flash yang digunakan
3. Soal-soal prediksi, terutama untuk mata pelajaran IPA, mengingat untuk mata pelajaran ini baru diujikan pertama kali pada 2008 ini

• Gambaran umum untuk C-Das:
1. Pembukaan yang berupa animasi, menantang namun menimbulkan perasaan enjoy bagi setiap siswa
2. Daftar menu yang dapat dipilih, yaitu mengerjakan soal-soal UN Matematika (2008, 2007, 2006), Bahasa Indonesia (2008, 2007, 2006), Bahasa Inggris (2008, 2007, 2006), IPA (2008), serta soal-soal prediksi. Selain itu, siswa dapat memilih untuk mengerjakan soal sesuai dengan bab pelajaran yang diinginkan
Contoh: Siswa ingin berlatih bab trigonometri pada soal UN Matematika. Maka soal yang keluar akan berasal dari soal-soal UN Matematika 2008, 2007, 2006, dan prediksi khusus mengenai bab tersebut.
3. Setiap pengguna dapat menjadikan C-Das sebagai alat simulasi langsung untuk UN. Setiap paket soal diatur sehingga dapat dikerjakan dengan batasan waktu layaknya UN yang sesungguhnya.
Contoh: Untuk pengerjaan soal UN SMP Matematika tahun 2008, alokasi waktu yang diberikan adalah 120 menit untuk 40 soal. Maka, setiap siswa mulai mengerjakan soal waktu akan mulai dihitung mundur 120 menit, soal nomor berapa pun itu. Selain itu, siswa dapat berpindah ke soal lainnya jika mengalami kesulitan, namun dengan waktu yang terus berjalan. Lama pengerjaan tiap soal (tanpa pindah-pindah) adalah 120 menit/40 soal= 3 menit.
4. Pilihan jawaban yang diklik akan memunculkan animasi yang menunjukkan jawaban yang dipilih tersebut benar atau salah, sehingga siswa akan selalu merasa segar dan tidak terbebani. Selain itu disediakan pembahasan secara lengkap agar siswa dapat mengetahui cara yang paling tepat untuk digunakan.

LAMPIRAN
• Analisis SWOT Usaha C-Das
a. Kelebihan (Strength)
UN merupakan salah satu prosedur yang sangat menentukan kelulusan setiap siswa. Oleh karena itu, senantiasa dicari cara-cara yang mampu memberikan hasil terbaik. Dengan perkembangan yang ada hingga saat ini, penggunaan sarana multimedia sangat menunjang keberhasilan siswa. C-Das sebagai sarana e-learning otodidak akan membantu siswa untuk menggapai hasil UN yang terbaik.
Sarana ini juga otomatis akan membantu upaya dari Dikti agar program UN yang selama ini dijalankan dapat berjalan dengan baik, serta hasil yang juga memuaskan tentunya.
Selain sangat dibutuhkan demi mendongkrak hasil UN, peningkatan jumlah peserta UN dari tahun ke tahun menandakan bahwa pangsa pasar untuk pemasaran C-Das tidak akan pernah habis, malah cenderung untuk terus meningkat.

b. Kelemahan (Weakness)
Usaha ini sebenarnya membutuhkan modal yang lumayan karena untuk usaha yang mapan tentu saja membutuhkan sarana komputer secara pribadi. Bila dikalkulasikan mencapai 5 juta rupiah. Karena keterbatasan estimasi dana yang diajukan, maka pengusul menyiasati hal tersebut dengan menghemat biaya dengan mengalihkan pos anggaran yang kurang penting dalam pembuatan produk, sehingga bisa menekan anggaran dana yang dibutuhkan.
Selain itu, untuk mengoperasikan program ini mutlak diperlukan fasilitas komputer bagi setiap siswa. Padahal fasilitas ini belum dimiliki oleh seluruh siswa yang ada. Mungkin hal ini dapat disiasati dengan menggunakan fasilitas komputer yang disediakan di setiap sekolah/lab komputer.

c. Kesempatan (Opportunity)
Dengan pertimbangan modal usaha yang bisa ditekan seminimal mungkin, maka usaha ini dapat menghasilkan profit (keuntungan) yang relatif tinggi. Selain itu tanggapan konsumen yang diharapkan terbuka dan bisa menerima produk baru ini memungkinkan usaha ini bisa berkembang dengan baik. Peluang-peluang untuk merekrut tenaga kerja juga semakin terbuka.

d. Tantangan atau Ancaman (Threat)
Produk ini sangat mudah untuk di-copy dan dibajak, sehingga akan merugikan kami selaku produsen awal. Untuk itu diperlukan hak cipta secara langsung serta penggunaan komponen anti-bajak, sehingga menjamin kelangsungan produksi C-Das secara berkelanjutan.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: