Kewirausahaan

BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Yang melatar belakangi penulis dalam pembuatan makalah ini adalah penulis ingin menjelaskan managemen PT Perkebunan Nusantara V (Persero) itu seperti apa. PT Perkebunan Nusantara V (Persero),- selanjutnya “Perusahaan”-, merupakan BUMN Perkebunan yang didirikan tanggal 11 Maret 1996 sebagai hasil konsolidasi kebun pengembangan PTP II, PTP IV, dan PTP V di Provinsi Riau. Selain itu pembuatan makalah ini bertujuan untuk syarat mengikuti kelas kewirausahaan.
Untuk menjadi wirausahawan yang baik banyak sekali syaratnya, salah satunya adalah wirausahawan tersebut harus mampu menilai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi usahanya. Penelitian tersebut dapat didasarkan pada faktor-faktor seperti teknologi, sumber daya finansial (keuangan), fasilitas yang dimiliki, banyaknya pesaing, jumlah penduduk, kondisi ekonomi masyarakat, dan lai-lain. Dengan mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari usahanya, maka pengusaha ini akan bisa menyusun langkah-langkah atau strategi yang digunakan untuk memajukan usahanya. Model yang dapat digunakan sebagai analisis adalah matriks SWOT (Strength, Weakness, Oppourtunies, Threats).

1.2 Rumusan Masalah
• Bagaimana cara menjadi wirausahan yang baik?
• Bidang usaha apa yang dilakukan oleh PTPN V (PERSERO)?

1.3 Tujuan
• Mahasiswa mengetahui syarat-syarat menjadi wirausahawan yang baik.
• Mahasiswa mampu mengidentifikasi kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman.
• Mahasiswa mampu menusun strategi ang dilakukan untuk kemajuan usaha.
• Untuk mengetahui bidang usaha yang di lakukan oleh PTPN V (PERSERO).

BAB II
DASAR TEORI

Untuk menjadi wirausahawan yang baik banyak sekali syaratnya, salah satunya adalah wirausahawan tersebut harus mampu menilai kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman bagi usahanya. Penelitian tersebut dapat didasarkan pada faktor-faktor seperti teknologi, sumber daya finansial (keuangan), fasilitas yang dimiliki, banyaknya pesaing, jumlah penduduk, kondisi ekonomi masyarakat, dan lai-lain. Dengan mengetahui kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman dari usahanya, maka pengusaha ini akan bisa menyusun langkah-langkah atau strategi yang digunakan untuk memajukan usahanya. Model yang dapat digunakan sebagai analisis adalah matriks SWOT (Strength, Weakness, Oppourtunies, Threats).
Matriks SWOT merupakan alat analisis penting yang dapat membentuk dalam mengembangkan empat macam strategi. Empat macam strategi tersebut adalah :
1. Strategi S-O, memanfaatkan seluruh kekuatan untuk mendapatkan peluang.
2. Strategi S-T, menggunakan kekuatan yang dimiliki untuk mengatasi ancaman.
3. Strategi W-O, memanfaatkan peluang yang dimiliki untuk meminimumkan kelemahan.
4. Strategi W-T, kegiatan pada strategi ini bersifat pertahanan dengan cara meminimumkan kelemahan yang ada serta menghindari ancaman.
(Mumpuningsih, 2009).

BAB III
PEMBAHASAN
Sejarah PT Perkebunan Nusantara V (Persero)
PT Perkebunan Nusantara V (Persero),- selanjutnya “Perusahaan”-, merupakan BUMN Perkebunan yang didirikan tanggal 11 Maret 1996 sebagai hasil konsolidasi kebun pengembangan PTP II, PTP IV, dan PTP V di Provinsi Riau.
Secara efektif Perusahaan mulai beroperasi sejak tanggal 9 April 1996 dengan Kantor Pusat di Pekanbaru. Landasan hukum Perusahaan ditetapkan berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 10 Tahun 1996 tentang Penyetoran Modal Negara Republik Indonesia untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) PT Perkebunan Nusantara V.
Anggaran Dasar Perusahaan dibuat di depan Notaris Harun Kamil melalui Akte No. 38 tanggal 11 Maret 1996 dan disahkan melalui Keputusan Menteri Kehakiman RI No. C2-8333H.T.01. Tahun 1996, serta telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia (RI) Nomor 80 tanggal 4 Oktober 1996, dan Tambahan Berita Negara RI Nomor 8565/1996.
Anggaran Dasar Perusahaan telah mengalami perubahan, terakhir dengan Akta Notaris Sri Rahayu Hadi Prasetyo, SH No. 01/2002 tanggal 1 Oktober 2002. Perubahan ini telah mendapatkan persetujuan Menteri Kehakiman dan HAM RI melalui Surat Keputusan No. C-20923.HT.01.04.TH.2002 tanggal 28 Oktober 2002, dan telah diumumkan dalam Berita Negara RI Nomor 75 tanggal 19 September 2003 dan Tambahan Berita Negara RI Nomor 8785/2003.
Saat ini Kantor Pusat Perusahaan berkedudukan di Jl. Rambutan No. 43 Pekanbaru, dengan Unit – Unit Usaha yang tersebar di berbagai Kabupaten di Provinsi Riau.
Perusahaan telah tercatat di Bursa Efek Surabaya pada tanggal 13 November 2003. Perusahaan mengelola 49 unit kerja yang terdiri dari 1 unit Kantor Pusat; 6 Unit Bisnis Strategis (UBS); 26 unit Kebun Inti/Plasma; 12 Pabrik Kelapa Sawit (PKS); 4 fasilitas Pengolahan Karet; dan 3 Rumah Sakit. Areal yang dikelola oleh Perusahaan seluas 154.635 Ha, yang terdiri dari 80.138 Ha lahan sendiri/inti dan 74.497 Ha lahan plasma.

Visi dan Misi
Visi
Menjadi Perusahaan perkebunan yang tangguh, mampu tumbuh dan berkembang dalam persaingan global
Misi
Mengelola agroindustri kelapa sawit dan karet secara efisien bersama mitra, untuk kepentingan stakeholder, berwawasan lingkungan, unggul dalam pengembangan sumber daya manusia dan teknologi.

BIDANG USAHA PTPTN V (PERSERO)
Perusahaan mengelola agroindustri kelapa sawit dan karet serta mengolah hasilnya menjadi CPO (Crude Palm Oil), inti sawit dan berbagai jenis produk karet. Semua hasil produksi dijual baik ke pasar lokal maupun ekspor. Untuk mendukung pemasaran, Perusahaan bersama seluruh BUMN Perkebunan membentuk Kantor Pemasaran Bersama (KPB) PTPN I-XIV yang berkedudukan di Jakarta dan juga Indoham di Jerman.

Jenis Produk

I. Minyak Sawit
CPO diproduksi melalui proses pengolahan di 12 PKS (Pabrik Kelapa Sawit) yang dimiliki Perusahaan. Agar dapat dipasarkan, CPO harus memiliki spesifikasi mutu sebagai yang telah ditetapkan. Parameter yang dipersyaratkan antara lain kadar asam lemak bebas, kadar air dan kotoran.

II. Inti Sawit
Inti sawit dihasilkan dari pemisahan daging buah selama proses pengolahan berlangsung. Tahapan proses untuk menghasilkan inti sawit melalui pemisahan, pemecahan, pengeringan dan penyimpanan. Spesifikasi inti sawit harus memenuhi kriteria kadar air, kotoran, inti pecah dan inti berubah warna sesuai standar.
Saat ini Perusahaan tengah merencanakan pengembangan produk inti sawit. Hingga kini produksi Palm Kernel Oil (PKO) masih memanfaatkan fasilitas prosesor milik pihak ketiga. Namun dalam waktu dekat Perusahaan akan membangun pabrik PKO di Tandun.

III. Karet
Produk karet dihasilkan dari 2 fasilitas Pengolahan Karet Remah dan 2 fasilitas Pengolahan Karet Asap. Jenis produk yang dihasilkan antara lain: RSS I, RSS II, RSS III, RSS IV, Cutting, SIR 10 , SIR 20, Out SIR.
Perusahaan mengembangkan produksi lateks pekat melalui perusahaan joint venture PT Mardec Nusa Riau, bekerjasama dengan Mardec International Sdn. Bhd., Malaysia dan PT Banihuma Jakarta. Bahan baku lateks pekat tersebut sepenuhnya dipasok oleh Perusahaan.

Kapasitas Pengolahan

I.Kapasitas Pengolahan Kelapa Sawit
PKS Kapasitas Terpasang
Ton TBS/Jam
Tanjung Medan (TME) 30,00
Tanah Putih (TPU) 60,00
Sei Buatan (SBT) 60,00
Lubuk Dalam (LDA) 30,00
Sei Pagar (SPA) 30,00
Sei Galuh (SGH) 60,00
Sei Garo (SGO) 30,00
Terantam (TER) 60,00
Tandun (TAN) 40,00
Sei Intan (SIN) 30,00
Sei Rokan (SRO) 60,00
Sei Tapung (STA) 60,00
Jumlah 550,00

II.Kapasitas Pengolahan Karet
Pabrik Jenis
Produk Kapasitas Terpasang
KgKK/Hari
Air Molek (AMO)
Bukit Selasih (BSE)
Sei Lindai (SLI)
Sei Lindai (SLI) RSS
SIR
RSS
SIR 7.500
40.000
5.000
20.000
Jumlah 72.500

Unit Kerja & Lokasi PTPN V (Persero)
Unit Bisnis Strategis (UBS) Jasa Kesehatan
1. Kantor UBS Jaskes
2. Rumah Sakit Nusalima
3. Rumah Sakit Tandun (TAN)
4. Rumah Sakit Sri Rokan (SRO)
UBS Sei Galuh (SGH)
1. Kantor UBS SGH
2. Kebun Sei Pagar (SPA)
3. Kebun Sei Galuh (SGH)
4. Kebun Sei Garo (SGO)
5. Kebun Tanjung Medan (TME)
6. Kebun Tanah Putih (TPU)
7. Pabrik Kelapa Sawit (PKS) SPA
8. PKS Sei Garo
9. PKS TPU
10. PKS TME

UBS Tandun
1. Kantor UBS TAN
2. Kebun Sei Kencana II (SKE II)
3. Kebun Sei Berlian (SBE)
4. Kebun TAN
5. Kebun Terantam (TER)
6. PKS TER
7. PKS TAN
UBS Sei Rokan
1. Kantor UBS SRO
2. Kebun Inti Sei Tapung (STA)
3. Kebun Sei Siasam (SSI)
4. Kebun SRO
5. Kebun Sei Intan (SIN)
6. PKS SRO
7. PKS SIN
8. PKS STA
UBS Karet
1. Kantor UBS Karet
2. Kebun Sei Lindai (SLI)
3. Kebun Sei Kencana I (SKE I)
4. Kebun Air Molek I (AMO I)
5. Kebun Tamora (TAM)
6. Unit Pabrik Pengolahan Karet Rakyat (PPKR) Bukit Selasih (BSE)
UBS Lubuk Dalam (LDA)
1. Kantor UBS LDA
2. Kebun Inti Sei Buatan (SBU)
3. Kebun LDA
4. Kebun AMO II
5. Pengembangan AMO
6. PKS SBU
7. PKS LDA
UBS Plasma
1. Kantor UBS Plasma
2. Kebun Plasma SBU, LDA
3. Kebun Plasma STA, SSI, SIN
4. Kebun Plasma SGO, SPA, TPU
5. PKS SGH, Kebun Plasma SGH
Non UBS
1. Proyek Kebun Siak I
2. Proyek Kebun Siak II

Tata Kelola Perusahaan

Dalam menjalankan aktivitas usaha agar mencapai standar yang tinggi, sesuai dengan Kepmen BUMN No. 117/M-MBU/2002, Perusahaan telah melaksanakan penerapan prinsip-prinsip tata kelola perusahan (Good Corporate Governance – GCG) dan memandang GCG sebagai suatu proses terstruktur yang diterapkan untuk melangsungkan dan mengelola perusahaan melalui prinsip-prinsip: Transparansi, Kemandirian, Akuntabilitas, Responsibilitas dan Fairness.
Berbagai langkah dalam menerapkan dan mengembangkan pedoman dengan sistem yang lebih fleksibel dan teruji agar sesuai dengan prinsip-prinsip GCG telah mulai diterapkan di lingkungan perusahaan melalui penyusunan:
1. Pedoman Tata Kelola Perusahaan.
Pedoman ini merupakan acuan atau referensi untuk menerapkan praktek bisnis yang sehat dan beretika sebagai mana diharapkan oleh perusahaan dan stakeholders-nya. Di dalamnya diatur pokok-pokok pelaksanaan tata kelola perusahaan yang baik, berdasarkan prinsip-prinsip transparansi, kemandirian, akuntabilitas, pertanggungjawaban dan kewajaran, yang berisikan uraian tentang organ-organ utama GCG (Rapat Umum Pemegang Saham, Komisaris dan Direksi) serta perangkat pendukung GCG (komite audit, sekretaris perusahaan dan auditor ekstern.
Di dalamnya juga mengatur perihal pengelolaan informasi (keterbukaan dan kerahasiaan informasi), sistem pengendalian intern, etika dan budaya perusahaan, perlakuan terhadap stakeholders dan pengaturan terhadap benturan kepentingan.

2. Aturan Prilaku Insan Perseroan PTPN V
Aturan prilaku mengatur hubungan antar individu di dalam Perusahaan, berdasarkan nilai-nilai luhur yang tumbuh dan berkembang di lingkungan Perusahaan yaitu kejujuran, integritas, disiplin dan tanggung jawab. Aturan ini mengatur prilaku individu komisaris, direksi dan karyawan serta hubungan dengan stakeholders, termasuk diantaranya pembinaan dan pengembangan karyawan dan tanggung jawab sosial perusahaan, sehingga diharapkan dapat menciptakan iklim dan lingkungan kerja yang kondusif, yang mampu mendorong pencapaian kinerja yang lebih baik.
Mengingat sifatnya yang dinamis dan berkembang sesuai dengan kondisi dan dinamika lingkungan bisnis perusahaan, maka keduanya akan senantiasa di-update agar mampu menyelaraskan dengan perubahan yang senantiasa terjadi dalam dunia usaha.
Perusahaan juga melengkapi infrastruktur GCG dengan pedoman-pedoman yang lain, misalnya Buku Panduan Direksi dan Buku Panduan Komisaris.
Komitmen untuk melaksanakan GCG juga ditunjukkan oleh Komisaris Perusahaan yang telah menerbitkan Code of Conduct bagi Komisaris. Code of conduct Komisaris antara lain berisi:
1. Tata tertib intern komisaris
2. Hubungan surat menyurat komisaris
3. Program pengenalan komisaris baru
4. Pengembangan dan pelatihan komisaris
5. Pedoman prilaku/etika komisaris

KESIMPULAN

• Kekuatan yang dimiliki perusahaan ini adalah :
o Sumber daya manusia (SDM) yang unggul.
o Hasil produksi melimpah.
o Lokasi perusahaan yang strategis.
o Pemasaran produk sangat mudah.
• Kelemahan :
o System manajemennya ortodoks (terpusat).
o Pengambilan keputusannya berpotensi merugikan satu pihak.
• Peluang :
o Pemasaran produk keluar negeri sangat luas.
• Ancaman :
o Krisis global yang melanda amerika mengakibatkan harga jual produksi menjadi murah.
• Bahwa PTPN V (PERSERO) dalam menjalankan organisasinya menggunakan manajemen garis.
Bidang usaha yang dilaksanakan oleh PTPN V (PERSERO) meliputi minyak sawit, inti sawit, dan karet.
• Perusahaan mengelola agroindustri kelapa sawit dan karet serta mengolah hasilnya menjadi CPO (Crude Palm Oil), inti sawit dan berbagai jenis produk karet. Semua hasil produksi dijual baik ke pasar lokal maupun ekspor.

DAFTAR PUSTAKA

Anonymous. 2007. http://www.ptpn5.com. [07 April 2008].
Relawati, Rahayu. 2002. Pengantar Manajemen. UMM PERS.
Malang.
Gumoyo, Mumpuningsih. 2008. petunjuk Kewirausahaan. Universitas Muhammadiyah Malng. Malang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: