SDA melimpah, masyarakat Papua masih miskin, mengapa?

SDA Papua termasuk salah satu SDA yang sangat potensial yang dimiliki oleh Negara Indonesia, tetapi mengapa masyarakat di Papua masih miskin, bahkan masih menjadi provinsi termiskin di Negara Indonesia. Mengapa ?
Ada beberapa factor yang menyebabkan hal ini terjadi, pertama SDM yang masih rendah dan kurang edukatif, dan yang kedua pengelolaan SDA yang kurang baik, terutama pengelolaan SDA pertambangan yang dilimpahklan ke Freeport yang malah menambah sengsara masyarakat papua disana. Disini akan lebih dipaparkan tentang factor pengelolaan SDA yang buruk, yang dilimpahkan begitu saja kepada Freeport McMoran yang seenak perutnya mengeksploitasi SDA Papua tanpa memikirkan dampak alam dan pembagian yang tidak merata.
Freeport McMoran mulai mngekploitasi emas, perak dan tembaga di provinsi Indonesia paling timur yang kaya raya dengan SDA itu. Kontrak karya I di perbaharui pada 1991 untuk masa setengah abad, sehingga kontrak karya II baru berakhir pada tahun 2014. Selain mengekploitasi, buangan limbah yang setiap hari berjumlah kurang lebih 300 ton telah menjadikan sistem sungai Aghawagon – Otomona – Ajkwa mengalami kerusakan total. Bahkan akibat limbah ini, ratusan km persegi hutan di sekeliliong Grasberg kini sudah menjadi padang tandus tanpa kehidupan. Minimal dengan kerusakan yang parah ini, masyarakat di Papua berhak menerima pendapatan yang banyak dari pengekploitasian yang super destroy ini. Tapi mengapa rakyat Papua belum mendapatkan haknya ? ada yang salah disini, dikarenakan kalau kita mengkaji ulang kontrak karya II Freeport, ada beberapa bagian yang janggal bahkan merugikan kepentingn Indonesia dalam ekonomi khususnya masyarakat Papua yang juga memiliki hak untuk merasakan hasil dari SDA mereka sendiri, diantaranya menyangkut ketentuan royalti, atau iuran eksploitasi, menyangkut ketentuan iuran tetap untuk suatu wilayah pertambangan atau deadrent ( dalam hal ini, kalau lebih dikaji besaran iuran itu hanya berkisar Rp. 225,00 – Rp. 27.000,00 per hektar per tahu, apakah ini masuk akal, dengan harga yang disebutkan tadi untuk deadrent tanh sepotensi Papua ? ), menyangkut kontrol / pengawaswan atas kandungan bijih mineral yang dihasilkan, dan menyangkut terminasi dan / perpanjangan kontrak.
Dengan paparan yang singkat ini, dapat disimpulkan mengapa masyarakat Papua menjadi miskin, padahal, SDA mereka sangat berpotensial, hasil yang diberikan Freeport tidak sesuai dengan apa yang diambil / dieksploitasi di bumi Papua, bahkan kadang tidak lazim.Semoga, pemimpin Indonesia mendatang bisa mengkaji nulang kontrak ini, sebelum Papua lebih hancur dari sebelumnya, tanpa bisa dinikmati secara layak oleh negara Indonesia dan masyarakat Papua khususnya.

DAFTAR PUSTAKA

Rais, Mohammad Amien.2008. Agenda Mendesak Bangsa : Selamatkan Indonesia, Yogyakarta : PPSK Press.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: