Tinjauan Pustaka Pratikum Pola Tanam

I. Pendahuluan
1.1 Latar Belakang
dalam pengembangan tanaman dengan berbagai macam varietas baik dengan pola tanam missal dengan perladangan perpindahan dengan cara melakukan pembukaan hutan untuk kemudian ditanam berbagai jenis tanaman yang dibutuhkan oleh manusia saat ini dengan tetap menjaga ekosistem.
Sejak dicanangkan atau meningkatnya revolusi hijau, system pertanian didunia banyak mengarah pada pola tanam dengan meningkatkan suatu produksi tanaman yaitu dengan pola tanam yang tepat sehingga dengan ini tidak adanya ketergantungan terhadap pupuk dan pestisida secara kimia karena menjadi pemicu munculnya hama dan penyakit baru disertai rusaknya dan hilangnya keragaman maupun keseimbangan ekosistem yang bermanfaat bagi kelangsungan hidup alam semesta.
Dengan kejadian ini pratikan melakukan pratikum pola tanam secara tumpang sari, tumpang gilir, cropping dan lainnya. Yang paling utama adalah dengan menggunakan bahan organic dan pestisida.
1.2 Tujuan pratikum
Tujuan pelaksanaa pratikum ini adalh agar pratika dapat mengetahui, memahami, dan mempratikan berbagai macam pola tanam tanaman, sekaligus dapat menilai kelebiahan dan kekurangan masing-masing pola tanam.

II. Tinjauan Pustaka
Jenis pola tanam atau asal usul pola tanam
Secara pola tanam tanaman yang dilakukan manusia adalah peladangan berpindah-pindah yaitu dengan cara membuka hutanuntuk ditanami berbagai jenis tanaman yang dibutuhkan saat itu. Tetapi sejak direncanakan revolusi hijau system pertanian Indonesia banyak mengarah pada monokultur, yaitu opola tanam suatu jenis tanaman tertentu dalam skala yang sangat luas dan banyak. Pola tanam monokultur sebenarnya bukan satu-satunya pola tanam yang dikembangkan, karena selain itu telah dikenal pola tanam tumpang sari, penanaman berlorong (alla cropping), penanaman campuran, dll (Zainudin, 2009).

Pola bertanam adalah penerapan pola penanaman pada sebidang tanah oleh petani yang dilakukan menurut kemampuan dalam hal modal, keadaan ekonomi yang dikuasai. Adapun model pola tanam adalah :
1.tumpang sari
2. campuran
3. Penanaman sisipan (TS, Conelis, 1989).

Posisi lain pola tanam atau pola penanaman juga sangat diperlukan untuk menjadikan lingkungan keta lebih asri lagi. Dampak lebih lanjut dari pola tanaman adalah pemberian pupuk sesuai dengan ketentuan (Anonymous, 2009).

Tar data pengamatan, pembahasan, dan kesimpulan di buat sendiri ya!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: